7 Kesalahan dalam WhatsApp Marketing

oleh

MAJALAH JAKARTA – Apakah anda pernah merasakan ketidaknyamanan ketika terdapat seseorang tak dikenal tanpa basi-basi menawarkan produk jualannya, atau menawarkan programnya?

Beberapa orang mengambil jalan pintas mengirim pesan ke nomor-nomor whatsapp yang mereka miliki. Tahu-tahu menawarkan jualannya. Alih-alih jualannya dibeli, malah nomor whatsappnya diblokir dan sebagainya.

WhatsApp Marketing atau jualan via whatsapp mesti ada etika, tidak ujug-ujug langsung menawarkan dagangannya ke sembarang nomor whatsapp yang dimiliki. Cara-cara seperti ini justru berakibat tidak baik bagi kita.

Berikut ini ada beberapa kesalahan fatal dalam memanfaatkan Whatsapp sebagai media jualannya.

SPAMMING

Artinya nyampah. Salah satu bentuk spamming seperti melakukan promosi secara brutal baik ke grup Whatsapp maupun via japri nomor yang baru dikenal. Tindakan seperti ini kontra produktif, yang berakibat tidak nyamannya anggota grup atau penerima japrian dan rawan pemblokiran

ASAL MEMASUKAN KE GRUP

Pernahkah nomor Whatsapp anda tiba-tiba berada di sebuah grup Whatsapp yang anda sendiri tidak tahu apa-apa tentang grup tersebut? Maka, hindari cara-cara seperti ini ya. Banyak orang yang tidak nyaman dengan cara-cara seperti ini.

Intinya, jika Anda tidak nyaman dengan cara tersebut, jangan gunakan cara tersebut untuk orang lain

TERLALU SERING JUALAN

Whatsapp adalah media sosial, tujuannya untuk eksistensi pemiliknya. Pada dasarnya media sosial seperti Whatsapp ini mirip dengan media sosial lainnya, jika isinya jualan melulu bisa jadi kontak kita akan bosan. Jika Anda mau jualan pake WA, lakukanlah secara softselling, covert selling. Intinya, sering-sering sharing bukan sering-sering selling. Bangunlah interaksi dengan kontak Whatsapp, jangan terlalu sering jualan. Ciptakan keakraban hingga mencapai kenyamanan.

TIDAK MEMBANGUN INTERAKSI

Ingatlah selalu sebuah kalimat “tidak ada transaksi tanpa interaksi”.

Ya, praktekkan jurus interaksi ini. Yaitu cobalah berinteraksi dengan kontak-kontak Whatsapp yang Anda miliki.

Bagaimana caranya?

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun interaksi dengan kontak Whatsapp anda :

  • Komentari status Whatsapp kontak anda. Sehari bisa 50 status.
  • Walaupun hanya komen “Amien” namun ini sangat berguna sekali untuk membangun interaksi dengan kontak WA kita
  • Sharing ebook, tips-tips sederhana, tips-tips kesehatan, motivasi bisnis, artikel positif serta hal-hal bermanfaat lainnya. Intinya dibiasakan sharing atau berbagi hal-hal positif.

Selama Anda sharing hindari menyebarkan konten hoax, kabar palsu atau sesuatu yang sensitif seperti isu SARA. Juga sebaiknya tidak terkait dengan POLITIK.

TIDAK SALING SIMPAN KONTAK

Tujuan saling simpan adalah agar pesan broadcast atau pesan siaran dapat diterima oleh kontak kita. Dengan saling simpan juga bisa saling melihat status Whatsapp kita. Buat apa kontak banyak ribuan tapi tidak saling simpan kontak kontaknya. Nah saling simpan inilah yang disebut sebagai WHITE LISTING.

TIDAK KONSISTEN NAMBAH KONTAK

Logikanya begini, bagaimana Anda ingin produk anda terjual ke 100 orang kalau kontak anda hanya 50 orang? Oleh karena itu database mutlak diperbanyak.

Simpanlah semua kontak-kontak yang ada di grup-grup yang Anda ikuti, terutama grup-grup yang mempunyai hubungan emosional kuat seperti grup keluarga, grup alumni, grup kantor/kerjaan, grup pengajian dan lain sebagainya. Harus disimpan semua dan harus terus nambah kontak-kontak baru.

Banyak cara untuk menambah kontak baru, seperti masuk ke grup-grup WA dan mengajak saling simpan.

TIDAK TEPAT WAKTU

Memilih waktu atau jam posting juga sangat penting. Jika Anda memposting sesuatu di malam hari misalnya, maka, siapa yang akan melihat postingan Anda? Maka atur jam posting dengan baik. Dan usahakan konsisten.

STATUS SEPERTI SEMUT

Salah satu point yang saya sudah jelaskan tentang kesalahan dalam WA adalah posting JUALAN MELULU.

Ketika status WA nya 100% jualan. Tak ada status yang bisa mendatangkan interaksi. Udah begitu, jumlah statusnya kalau dilihat nyaris seperti semut berbaris. Titik-titik kecil, bahkan kesannya seperti garis.

Pernah lihat status WA yang begitu? Pengin melihatnya atau malah malas ngekliknya? SKIP SKIP dan SKIP akhirnya.

Ada yang berpendapat tidak masalah jika statusnya adalah KATALOG. Tapi menurut saya sih kalo mau katalog ya pakailah WhatsApp Bisnis. Lebih keren. [Ifah Nurul Mujahidah]