Peran Infak dan Sedekah dalam Meningkatkan Perekonomian Indonesia

oleh

Oleh: Iqbal Nurwahid Algozali, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Infak merupakan harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk suatu kemaslahatan umum. Jadi,infak adalah semua jenis harta yang dikeluarkan oleh seorang muslim dengan tujuan untuk kepentingan pribadi,keluarga,ataupun masyarakat. Sedekah merupakan harta atau nonharta yang dikeluarkan seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.Penjabaran yang lebih luas yaitu tidak ada suatu keharusan bahwa sedekah berupa uang tetapi bisa dengan cara seperti membantu dengan tenaga,senyuman,mengajak dalam hal kebaikan,dan berkata-kata baik.Selain itu,kebahagiaan terhadap orang lain dalam bentuk apapun yang diridhai Allah juga bentuk sedekah.(Purwanti, 2020)

Zakat,infak,dan sedekah atau biasa disingkat dengan ZIS menjadi salah satu instrumen dalam agama Islam yang menjadi sumber pendapatan .ZIS merupakan salah satu cara menanggulangi kemiskinan yaitu dengan adanya dukungan dari orang yang mampu mengeluarkan sebagian dari hartanya untuk diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan.Namun,selama ini ZIS masih dipandang sebelah mata bagi sebagian orang yang mana hal tersebut memiliki peran penting sebagai upaya mengurangi kemiskinan di Indonesia.(Mardiantari, 2019)

Peranan infak dan sedekah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sangat besar,tetapi sampai saat ini masih banyak umat mulsim yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan infak dan sedekah.Faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu pertama, tingkat kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap lembaga pengelola.Kedua,banyak kaum muslim yang belum mengerti cara bagaimana cara dan kepada siapa infak dan sedekah yang dipercayakan untuk disalurkan.

Menurut (Amaliah,2013) ,pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat yaitu dengan menerapkan kebijakan fiskal.Infak dan sedekah termasuk dalam instrumen kebijakan fiskal yang digunakan untuk mengangkat perekonomian masyarakat.Hal tersebut berbeda dengan pajak yang berfungsi untuk pembangunan infrastruktur,dana infak dan sedekah lebih diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat yang kurang mampu.

Dana infak dan sedekah diatur pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2013 yang menyatakan suatu kewajiban yang diatur oleh agama.Islam telah mewajibkan terhadap hambanya untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk diinfakkan pada jalan Allah.Sebagai umat muslim yang taat sudah seharusnya melaksanakan kewajibannya dengan baik dengan tujuan untuk meratakan kekayaan,meningkatkan kesejahteraan masyarakat,dan mengurangi kemiskinan.Hal tersebut seperti firman Allah SWT sebagai berikut :

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al Baqarah: 195)

Adanya peningkatan infak dan sedekah sejalan dengan adanya kenaikan PDB riil.Menurut hasil analisis,infak dan sedekah terbukti berpengaruh positif atau berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.Peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,12 persen terjadi setiap adanya kenaikan 1 miliar rupiah.Dengan demikian,adanya pengaruh infak dan sedekah yang positif terhadap perekonomian di Indonesia maka diperlukan dukungan dari semua pihak sebagai upaya peningkatan penghimpunan infak dan sedekah baik oleh individu maupun lembaga/kelompok. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.