Membentuk Kebiasaan Baik dan Menghilangkan Kebiasaaan Buruk

oleh

MAJALAH JAKARTA – Aktivitas yang kita lakukan setiap hari jika terus menerus dilakukan pada akhirnya akan membentuk kebiasaan. Kebiasaan baik atau buruk ditentukan dari bagaimana kita memulai aktivitas tersebut, jika kita memulai aktivitas kita dengan hal yang buruk maka ketika melakukannya secara berulang berarti perlahan kita sedang membentuk kebiasaan buruk begitu pun sebaliknya.

Setiap orang pasti ingin membentuk kebiasaan baik agar harinya menjadi produktif, tapi kebanyakan mereka gagal dikarenakan beberapa hal berikut :

Mereka cenderung lebih mengutamakan tujuan dibanding sistem

Ketika seseorang ingin membentuk kebiasaan batu mereka lebih cenderung untuk mengutamakan hasil dari prosesnya, tak jarang banyak orang yang sudah mencapai tujuannya kemudian ia berhenti melakukan kebiasaan baiknya karena dirasa sudah cukup. Merasa bahwa apa yang ia inginkan sudah terwujud sehingga ia Kembali lagi ke kebiasaan awal sebelum ia memperoleh apa yang menjadi tujuannya.

Memulai sesuatu dengan yang sulit

Saat kita ingin memulai sesuatu usahakan dari skala yang paling hingga yang paling sulit, kenapa? Karena ketika kita memulai sesuatu dengan ekspektasi yang tinggi maka kamu memerlukan usaha yang lebih untuk melakukannya. Memulai sesuatu dengan yang sulit akan membuat kita merasa “kapok” dan enggan untuk melanjutkannya lagi.

Tidak menggunakan kebiasaan implementasi

Kebanyakan dari kita ketika ingin melakukan kegiatan atau aktifitas yang baru tidak memperhatikan dimana dan kapan kita akan melakukan kegiatan tersebut, sehingga yang pada akhirnya kita tidak melakukan kegiatan tersebut

Beberapa hal di atas merupakan kesalahan yang umumnya terjadi pada orang-orang yang ingin membentuk kebiasaan baru. Setelah kita tahu beberapa hal di atas sudah seharusnya kita tahu bagaimana cara untuk menghindarinya.

Dalam buku Atomic Habis karya James Clear ada 4 hukum atau kaidah untuk membentuk kebiasaan baru, semuanya diawali dari hal-hal kecil yang nantinya akan berdampak dan memberikan hasil yang luar biasa untuk kehidupan.

Kaidah pertama adalah menjadikannya terlihat. Kaidah pertama yang harus dilakukan adalah menjadikannya terlihat, maksudnya ketika kita ingin melakukan aktivitas tersebut maka usahakan Sesuatu itu terlihat misal kamu ingin terbiasa untuk membaca buku setiap hari, maka agar kamu bisa melakukannya secara konsisten maka usahakan buku itu agar selalu terlihat oleh kamu. Ketika kamu sedang dikamar maka simpan buku itu disamping tempat tidur kamu, ketika kamu sedang duduk di meja belajar maka simpan juga buku itu di meja belajar kamu. Semakin kamu sering melihatnya maka kamu akan mulai terbiasa dan melakukannya berulang-ulang.

Kaidah kedua adalah menjadikannya menarik. Setelah kaidah pertama menjadikannya terlihat maka kaidah lanjutan atau kaidah yang keduanya adalah menjadikannya menarik. Kita akan lebih bersemangat untuk melakukan sesuatu ketika kita senang melakukannya dan kita memulai sesuatu tersebut didasari rasa ketertarikan pada hal tersebut. Jadi, kegiatan yang akan kita lakukan harus kita buat menarik agar kita melakukannya lebih bersemangat. Contohnya ketika kita ingin mulai menulis maka kita bisa membuatnya menarik dengan membeli peralatan yang lucu yang membuat kita semangat untuk melakukannya kemudian tema tulisan yang kita suka.

Kaidah ketiga adalah menjadikannya mudah. Kita semua cenderung senang melakukan hal-hal yang mudah yang ketika kita melakukannya tidak mengerahkan banyak tenaga dan pikiran. Contohnya ialah ketika kita dihadapkan pilihan untuk membaca buku dan scroll media sosial kita akan lebih memilih untuk scroll sosial media karena hal tersebut lebih menyenangkan dan mudah dilakukan. Agar kita mau melakukan aktivitas baru untuk membentuk kebiasaan kita harus menjadikannya mudah, bagaimana caranya? Kita hanya perlu pemantik untuk melakukannya, contohnya ketika kamu ingin berolahraga setiap hari kamu bisa mengawalinya dengan berkata “Aku hanya perlu memakai sepatu olahraga”. Memakai sepatu olahraga jauh lebih mudah dibandingkan dengan melakukan aktivitas olahraga itu sendiri, tapi ketika kamu sudah memakai sepatu olahraga kamu pastinya akan melanjutkannya dengan melakukan aktivitas olahraga. Contoh lain ketika kamu ingin terbiasa untuk membaca buku di sore hari kamu hanya perlu mengatakan “Aku harus membuka buku itu dan membacanya sebanyak 1 halaman” membuka buku dan membacanya sebanyak 1 halaman terkesan mudah dilakukan sehingga kamu tidak akan sulit untuk memulainya. Ketika kamu sudah membuka buku rasanya mustahil jika kamu hanya membacanya 1 halaman, apa yang kamu katakana tadi hanyalah pemantik agar kamu mau memulai aktivitas tersebut maka kaidah ketiga untuk membentuk kebiasaan adalah dengan menjadikannya mudah.\

Kaidah keempat, Menjadikannya Memuaskan. Setelah ketiga kaidah di atas kita lakukan maka yang terakhir adalah berkaitan dengan hasil akhir yaitu memuaskan. Ketika kita merasa puas setelah melakukan aktivitas tersebut maka kita akan cenderung untuk melakukannya secara berulang. Semisal ketika kita rutin olahraga setiap hari pada hari ke 30 berat badan kita berkurang, pasti kita merasa puas dan ingin melakukannya setiap hari karena kita merasa puas akan hasilnya.

Itulah beberapa tips agar kamu mudah untuk membentuk kebiasaan baru. Perubahan kecil bisa sangat memberikan hasil yang luar biasa untuk kehidupan mendatang.

Neng Nelis