Jus Buah Bisa Bikin Diabetes? Simak Penjelasannya

oleh

MAJALAH JAKARTA – Siapa yang tidak mengenal jus buah? Pasti sebagian besar orang sudah tidak asing dengan minuman ini. Minuman jus atau sari buah adalah produk olahan dari buah yang dihasilkan dari metode pengepresan, penghancuran atau ekstraksi buah segar yang telah masak melalui proses penyaringan.

Dikenal dengan proses pembuatannya yang simple, membuat tren konsumsi jus buah pun semakin berkembang. Bahkan saat ini sudah banyak jus buah dalam bentuk kemasan yang beredar di pasaran. Tentunya hal ini membuat konsumsi jus buah menjadi lebih praktis. Selain karena proses pembuatannya yang simple dan mudah didapatkan, jus buah juga mengandung banyak nutrisi sehingga baik untuk kesehatan. Banyak pula masyarakat yang mengkonsumsi jus buah untuk keperluan diet karena jus buah dikenal dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, tahukah kamu bahwa jus buah juga bisa meningkatkan risiko terkena diabetes loh. Mengapa demikian? Yuk simak penjelasannya.

Collin et al dari penelitiannya di tahun 2016 menyimpulkan bahwa konsumsi jus buah berhubungan dengan peningkatan risiko pada semua penyebab kematian karena konsumsi minuman manis pada populasi dewasa di Amerika Serikat dan menyarankan bahwa studi yang kuat dan jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi hubungan konsumsi jus buah dengan risiko kematian Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengkonsumsi jus buah tidak lebih sehat daripada mengkonsumsi buah. Hasil dari riset jangka panjang tahun 2013 selama 24 tahun dengan 187.382 responden menunjukkan bahwa banyak mengonsumsi buah secara utuh berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah, sedangkan banyak mengonsumsi jus buah berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

Selain itu, kandungan gula yang terdapat di dalam jus buah dianggap sama dengan kandungan gula di dalam SSB (Sugar Sweetened Beverages). Selama ini, SSB sering dikaitkan dengan penambahan berat badan dan dampak yang merugikan bagi kesehatan kardiovaskuler. SSB juga dikaitkan dengan risiko diabetes. Dalam penggabungan 17 riset jangka panjang di tahun 2015, setiap tambahan porsi harian SSB dikaitkan dengan 13% (95% CI, 6%-21%) risiko diabetes yang lebih besar. Namun, yang lebih mengejutkan, jus buah juga meningkatkan risiko diabetes, meskipun tidak sebanyak SSB. Penelitian yang sama menemukan adanya kaitan tambahan porsi jus buah setiap hari dengan 7% (95% CI, 1%-14%) risiko diabetes yang lebih besar.

Nah, dari bahasan di atas, kita mengetahui bahwa kandungan gula di dalam jus buah sama dengan SSB (Sugar Sweetened Beverages) atau minuman berpemanis. Selain itu, penambahan gula dalam jus buah dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan juga risiko Penyakit Jantung Koroner.

Namun, bukan berarti meminum jus buah dilarang. Jika tetap ingin mengonsumsi jus buah, maka disarankan meminum 100% jus buah, bukan minuman buah lain dengan tambahan gula (misalnya, fruit punch atau cocktail juice). Apa sih 100% jus buah itu? 100% jus buah artinya jus dibuat dengan 100% buah, tanpa tambahan pemanis, pengawet atau pewarna. Jus buah 100% mengandung mikronutrien seperti vitamin, mineral dan polifenol yang memberikan efek perlindungan bagi kesehatan (Khan, 2019).

Selain itu, ada baiknya mengikuti rekomendasi untuk meminum jus buah. Konsumsi jus buah dalam jumlah yang cukup berhubungan dengan penurunan insidens penyakit jantung. Namun, konsumsi jus buah 100% dalam dosis tinggi mengindikasikan peningkatan risiko penyakit jantung (Khan, 2019). Rekomendasi untuk meminum jus buah berbeda-beda di tiap negara. Di dalam DGA (Dietary Guidelines for Americans), dinyatakan bahwa sebanyak separuh dari kebutuhan asupan buah dalam sehari, dapat dipenuhi dengan 100% jus buah. Mengapa hanya separuh? Hal ini disebabkan karena keterbatasan serat yang ada di dalam jus dibandingkan dengan buah utuh (Agarwal, 2019). Sementara itu, menurut NHS (National Health Service) di Inggris merekomendasikan konsumsi jus buah maksimal dalam satu hari yaitu 150 ml. Di atas 150 ml, jus buah dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Pilihan lain yang lebih menyehatkan adalah dengan memakan buah yang utuh. Berbeda dengan jus buah, buah utuh memiliki kandungan serat yang lebih banyak. Selain itu, dengan memakan buah utuh, dapat menghindari konsumsi gula berlebihan. Mengonsumsi buah juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kronis, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Buah juga berhubungan dengan penurunan risiko kematian dari penyakit jantung dan stroke. Jadi, kalau kamu ingin mendapatkan manfaat terbaik dari buah, usahakan meminum 100% jus buah tanpa tambahan pemanis atau bahan lain, minum jus buah sesuai rekomendasi atau kamu juga bisa mengkonsumsi buah yang utuh.

*Aulia Husna H, Fajrin Syahrina, Galuh Areta Trustha (FKM UI)