Inflasi dalam Perspektif Ekonomi Islam

oleh

Oleh: Siti Syarifah Ma’arief , Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Masalah inflasi merupakan sebuah masalah yang selalu terjadi di dalam suatu negara bukan hanya di negara maju tetapi juga di negara berkembang. Inflasi di dunia ekonomi memberi pengaruh negatif terhadap daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat secara luas. Hal ini disebabkan inflasi dapat mengakibatkan lemahnya efisiensi dan produktifitas ekonomi, investasi, kenaikan biaya modal, dan ketidakjelasan ongkos serta pendapatan di masa yang akan datang. Terjadinya inflasi dapat mendistorsi harga-harga relatif, tingkat pajak, suku bunga riil, pendapatan masyarakat akan terganggu, menghambat investasi, dan ketidakpastian stabilitas ekonomi.

Permasalahan tersebut menimbulkan reaksi dari para ahli ekonomi Islam, dimana ekonomi Islam dipercaya dapat mengatasi inflasi dengan mengubah perilaku masyarakat dan pemimpin negeri. Selain itu juga dapat diatasi dan bahkan dihilangkan jika menggunakan sistem uang yang berbasis pada dinar dan dirham. Karena emas dan perak secara riil sangat stabil, dan tidak dapat diproduksi seenaknya. Dikarenakan dinar dan dirham sangat tergantung kepada persediaan emas dan perak. Maka dari itu dalam ekonomi Islam istilah inflasi tidak menjadi masalah utama dalam ekonomi secara agregat, karena mata uang yang dipakai adalah dinar dan dirham, yang mana mempunyai nilai yang stabil dan dibenarkan oleh Islam, namun dinar dan dirham di sini adalah dalam artian yang sebenarnya yaitu yang dalam bentuk emas maupun perak bukan dinar dan dirham yang sekedar nama.

Inflasi dalam sistem ekonomi Islam inflasi bukan suatu masalah utama ekonomi secara agregat, karena mata uangnya stabil dengan digunakannya mata uang dinar dan dirham. Penurunan nilai masih mungkin terjadi, yaitu ketika nilai emas yang menopang nilai nominal dinar itu mengalami penurunan, diantaranya akibat ditemukannya emas dalam jumlah yang besar, tapi keadaan ini kecil sekali kemungkinannya.

Menurut para ekonom Islam, inflasi memiliki akibat yang sangat buruk bagi perekonomian karena: menimbulkan gangguan terhadap fungsi uang, terutama terhadap fungsi tabungan, fungsi dari pembayaran di muka, dan fungsi dari unit perhitungan. Melemahkan semangat menabung dan sikap terhadap menabung dari masyarakat. Meningkatkan kecenderungan untuk berbelanja terutama untuk non-primer dan barang-barang mewah. Mengarahkan investasi pada hal-hal yang non-produktif, yaitu penumpukkan kekayaan seperti : tanah, bangunan, logam mulia, mata uang asing dengan mengorbankan investasi kearah produktif seperti : pertanian, peternakan, pertambangan, industrial, perdagangan, transportasi, jasa dan lainnya.

Menurut salah satu pemikir ekonom Islam yaitu Taqiyuddin Ahmad ibn al-Maqrizi (1364 M – 1441 M), menggolongkan inflasi dalam dua golongan yaitu:

Natural Inflation

Inflasi ini diakibatkan oleh adanya sebab-sebab alamiah, di mana orang tidak mempunyai kendali. Ibn al-Maqrizi mengatakan bahwa inflasi ini adalah inflasi yang diakibatkan oleh turunnya Penawaran Agregatif (AS) atau naiknya permintaan agregatif (AD).

Jika memakai perangkat konvensional yaitu persamaan identitas :
MV = PT =Y
Di mana : M = Jumlah uang beredar
V = Kecepatan peredaran uang
P = tingkat harga
T = Jumlah barang dan jasa (Q)
Y = tingkat pendapatan nasional (GDP)

Maka Natural Inflation dapat diartikan sebagai :

Adanya gangguan terhadap jumlah barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu perekonomian (T). Misalnya T↓ sedangkan M dan V tetap, maka konsekuensinya P↑. Artinya jika suatu barang dan jasa yang dihasilkan sedikit tetapi uang yang ada di masyarakat banyak, maka untuk memperoleh barang dan jasa tersebut masyarakat harus membayar dengan harga lebih karena keterbatasan barang dan jasa tersebut.

Terjadi kenaikan daya beli masyarakat secara rill. Misalnya nilai ekspor lebih besar dari pada nilai impor, sehingga secara netto terjadi impor uang yang mengakibatkan M M↓ sehingga jika V dan T tetap maka P↑.

Human Error Inflation

Human Error Inflation adalah inflasi yang diakibatkan oleh kesalahan dari manusia yang menyimpang atau melanggar dari aturan dan kaidah-kaidah syariah. Sebagaimana firman Allah swt yang artinya: “ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum:41)
Menurut Al-Maqrizi inflasi yang terjadi akibat kesalahan manusia antara lain:

  • Korupsi dan administrasi yang buruk
  • Pajak yang berlebihan
  • Peningkatan sirkulasi mata uang uang fulus.

Akibat Inflasi

Menurut ekonomi Islam, inflasi dapat mengakibatkan perekonomian yang sangat buruk karena beberapa hal :

Menimbulkan gangguan terhadap fungsi uang, terutama terhadap fungsi tabungan, fungsi pembayaran dimuka dan fungsi unit perhitungan.
Melemahkan semangat masyarakat untuk menabung (turunya MPS).
Meningkatkan kecenderungan berbelanja, terutama untuk barang-barang non premier dan mewah (naiknya MPC).

Solusi Mengatasi Inflasi dalam Perspektif Islam

Pelarangan impor jika memang produksi dalam negri masih mencukupi.

Abdul Qodim Zallum dalam bukunya sistem keuangan di negara khalifah mengungkapkan bahwa “sistem moneter yang berbasis kepada emas dan perak merupakan satu-satunya sistem moneter yang mampu menyelesaikan inflasi besarbesaran yang menimpa seluruh dunia, dan mampu mewujudkan stabilitas mata uang nilai tukar, serta bisa mendorong kemajuan perdagangan internasional.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.