30 Tahun Menanti, Impian Ustadz Mukarom ke Tanah Suci Akhirnya Terwujud

oleh

MAJALAH JAKARTA – Sudah 11 tahun, bangunan sederhana itu menjadi saksi perjuangan Ustadz Al-Mukarom dalam mensyiarkan syariat Islam di pelosok Purwodadi, tepatnya di Dusun Gempol Banjarsari, Kradenan, Grobongan. Bersama sang istri, ia mendirikan Rumah Tahfidz Al-Asy’ariyyah.

Keinginannya mendirikan Rumah Tahfidz ini berawal dari rasa keprihatinannya atas minimnya pengetahuan agama masyarakat di daerah tersebut. Tidak ada mushola apalagi masjid, karena sebagian besar masyarakat di sana belum mendirikan sholat. Bermodal semangat dan mengharap keridhoan sang Illahi, ayah dari tiga anak ini pun memulai kegiatan tahfidz di rumahnya yang sederhana. Awal dibuka hanya ada empat santri. Alhamdulillah, seiring perjalanannya sudah puluhan hafidz Qur’an yang lahir dari Rumah Tahfidz ini hingga kini.

Saat ini ada 18 santri mukim yang sedang menghafal Al-Qur’an dan nilai – nilai Islam di sana. Karena tempatnya yang masih terbatas dan terkendala dana, Rumah Tahfidz ini belum mampu menambah jumlah santrinya. Sehari-harinya Rumah Tahfidz ini juga menerima santri TPQ yang ingin belajar membaca Al-Qur’an, meskipun harus rela berbagi tempat.

“Kegiatan tahfidz yang saya lakukan di sini merupakan salah satu bentuk usaha kami dalam menjaga Al-Qur’an dan menyemarakan syiar ajaran Islam. Meskipun, ya, seperti ini kondisinya masih seadanya, Alhamdulillah, anak-anak di sini begitu semangat dalam mengikuti kegiatan tahfizh. Mudah-mudahan dusun ini menjadi dusun yang diberkahi oleh Allah karena banyaknya penghafal Al Qur’an disini,” ungkap Ustadz Al-Mukarom.

Perjuangan Ustadz Mukarom agar Rumah Tahfidz Al-Asy’ariyyah tetap berlanjut patut diacungkan jempol. Karenanya sebagai wujud apresiasi PPPA Daarul Qur’an Semarang menghadiahkan umroh gratis untukmua pada 2020 lalu. Namun, karena pandemi Covid-19 yang melanda, keberangkatannya ke Tanah Suci harus tertunda. Setelah tertunda 2 tahun lamanya, Ustadz Mukarom akhirnya berangkat pada Maret 2022.

“Alhamdulillah sekali atas hadiah yang diberikan, sebagai seorang muslim pasti mengingkan sekali untuk bisa berangkat haji atau umroh. Impian untuk bisa berangkat ke tanah suci ini menggebu sejak saya masih menjadi santri dan dikesempatan itu dipinjami tas yang dibawa umroh oleh sang Kyai, tapi ya itu tadi untuk mewujudkan mimpi pasti ada ujiannya. Kebetulan keinginan saya untuk bisa mendatangi Ka’bah ini diuji dengan keterbatasan biaya. Saya ucapkan banyak terima kasih atas hadiah yang diberikan oleh PPPA Daarul Qur’an ini, setelah 30 tahun lebih akhirnya impian ini terwujud, semoga kali ini pandemi segera berakhir agar umat muslim lebih leluasa berkunjung ke Baitullah,” pungkasnya.